Image of ADAPTASI KOMUNITAS ETNIK BEDA BAHASA DAN BUDAYA di Perbatasan Kalimantan Barat

Text

ADAPTASI KOMUNITAS ETNIK BEDA BAHASA DAN BUDAYA di Perbatasan Kalimantan Barat



Menyebut Entikong adalah totem phrase toto Indonesia. Indonesia seolah diwakili oleh wajah Entikong. Sebutan ini layak karena ia berada di wilayah perbatasan dan berhadapan dengan aktualitas negara lain. Buruk rupanya menunjukkan buruknya keindonesiaan. Cantik rupanya menunjukkan betapa cantiknya keindonesiaan. Buruk barangkali terlihat dari keterbatasan sarana pelayanan publik. Cantiknya terlihat dari keragaman etnik, bahasa, dan budaya yang tumbuh berkembang bersama menjadinya Entikong. Cantiknya ditunjukkan pada perilaku harmoni, dimana di wilayah ini tidak ikut-ikutan terjebak pada konflik etnik sebagaimana terjadi di awal tahun 2000-an. Padahal Dayak, Melayu, Cina, Jawa, Bugis, Flores, dan Madura sebagai etnik yang dianggap lawan suku mayoritas tetap hidup damai disana. Semuanya membangun diri dengan konsepsi NKRI masing-masing dan ekspresi sosial kebudayaannya yang dimilikinya. Wajah NKRI terlihat dalam praktik-praktik kebudayaanya, meskipun wilayah ini seolah terlupakan oleh negara yang mengayominya.


Availability

No copy data


Detail Information

Series Title
-
Call Number
-
Publisher : Jakarta.,
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-221-320-8
Classification
NONE
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this